Company News

Dinas Luar ke Kab. Sidrap, Sulawesi Selatan.

Founder BHD bersama rombongan Pemerintah Desa Batuah melakukan kunjungan ke Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dalam rangka studi tiru ketahanan pangan, khususnya pada sektor produksi telur dari ayam petelur. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempelajari pengelolaan peternakan ayam petelur yang berpotensi diterapkan sebagai program penguatan ketahanan pangan di Desa Batuah.

05 Juli 2026 Admin BHD
Dinas Luar ke Kab. Sidrap, Sulawesi Selatan.
Founder BHD, Muhammad Yusuf Halim, S.Kom., M.Kom., CHFI, yang juga merupakan Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur sekaligus Staf IT Kantor Desa Batuah, turut serta dalam kunjungan studi tiru Pemerintah Desa Batuah ke Desa Mario, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada tanggal 11 Juni 2026. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka mempelajari praktik ketahanan pangan berbasis produksi telur melalui pengelolaan peternakan ayam petelur.

Rombongan Pemerintah Desa Batuah dipimpin langsung oleh Kepala Desa Batuah, Bapak Abd. Rasyid, S.T., M.AP., NL.P. Kegiatan ini juga diikuti oleh Anggota DPRD Komisi III Kalimantan Timur, Bapak Johansyah, S.E., M.Si., jajaran dan perangkat Pemerintah Desa Batuah, anggota BPD Desa Batuah, serta beberapa perwakilan perusahaan tambang batu bara yang terlibat melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kunjungan ke Desa Mario bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan produksi telur ayam petelur, mulai dari sistem pemeliharaan, manajemen kandang, pengelolaan pakan, produksi harian, hingga potensi pengembangan usaha peternakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Batuah berupaya memperoleh referensi dan pembelajaran praktis yang dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan potensi lokal desa.

Rombongan kunjungan juga berkesempatan diterima langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M., Ph.D. Kehadiran pemerintah daerah setempat menjadi bentuk dukungan terhadap agenda berbagi pengetahuan dan praktik baik antardaerah, khususnya dalam pengembangan sektor peternakan dan ketahanan pangan.

Melalui studi tiru ini, Pemerintah Desa Batuah diharapkan dapat merumuskan langkah strategis dalam pengembangan program ketahanan pangan yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, BPD, DPRD, akademisi, praktisi teknologi, hingga pihak perusahaan melalui CSR, menunjukkan adanya semangat kolaboratif dalam mendorong pembangunan desa yang lebih mandiri dan inovatif.